Mulai 30 Agustus, Sekolah-Sekolah Di Jakarta Akan Kembali Tatap Muka

Mulai 30 Agustus, Sekolah-Sekolah Di Jakarta Akan Kembali Tatap Muka

Dikarenkan penanganan Covid-19 di Jakarta sudah turun menjadi PPKM Level 3, rencananya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memulai membuka sekolah tatap muka (STM) secara terbatas pada tanggal 30 Agustus 2021, hari Senin. Sejak tanggal 24 Agustus 2021, seperti yang kita semua ketahui status Jakata sudah turun ke PPKM level 3, dan salah satu bentuk relaksasi di PPKM adalah kembali dibukanya Sekolah Tatap Muka.

Dikutip dari Taga Radja, Kepala Bagian Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta, pembelajaran sekolah tatap muka ini hanya digelar untuk sekolah yang sebelumnya sudah melakukan uji coba pembelajaran tatap muka pada awal juli lalu. Jadi, nantinya akan ada 615 sekolah di Jakarta yang akan buka pembelajaran tatap muka terbatas di pekan depan. Mulai dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas. Itu pun diharapkan tidak adanya perubahan data.

Sebelumnya ada tiga gelombang uji coba pembelajaran tatap muka. Yang pertama, pada April 85 sekolah, Juni 158 sekolah yang ikut uji coba ini. Kemudian sudah dipersiapkan untuk awal Agustus 372 sekolah. Sehingga total 595 sekolah. Dan nantinya di akhir Agustus akan ada tambahan 15 sekolah madrasah yang sudah dinyatakan lulus pelatihan dan juga asesmen. Jadi, menurut data yang ada totalnya ada 615 sekolah yang akan kembali menerapkan sekolah tatap muka terbatas.

Sementara itu, berdasarkan Keputusana Gubernur terbaru yang dibuat oleh Anies dan rilis pada Rabu tanggal 25 Agustus kemarin, sekolah tatap muka terbatas di Jakarta boleh digelar dengan kondisi kapasitas 50%, namun untuk SDLB dan Paud mendapat pengecualian. Belum boleh dibuka sampai batas waktu yang belum dapat ditentukan.

Nantinya mekanisme yang akan diterapkan tak jauh berbeda dari uji coba yang sebelumnya sudah dilakukan di ratusan sekolah tersebut sejak bulan April kemarin. Dengan pola pembelajaran selang-seling, Senin, Rabu, dan Jumat. Untuk hari Selasa dan Kamis nantinya akan digunakan untuk proses disinfektanisasi secara menyeluruh. Juga disebutkan oleh Taga, bahwa pembelajaran tatap muka maksimal dilakukan sampai jam 12 siang, dengan kapasitas pelajar dalam satu kelas hanya 50%.

Untuk tatanan di dalam kelas sendiri, meja belajar peserta didik harus memiliki jarak 1,5 meter satu sama lain. Nantinya juga materi pembelajaran yang akan diajarkan di sekolah tatap muka terbatas ini hanyalah materi-materi esensial saja.

Pemprov DKI juga sudah menyiapkan program antisipasi darurat jika di tengah-tengah pelaksanaan sekolah tatap muka terbatas, yakni penutupan sekolah selama tiga hari jika pada sekolah tersebut ada yang terpapar COVID.