PADATNYA KOTA JAKARTA YANG MENYESAKKAN JALAN SERTA CARA MENGATASINYA

Cara Mengatasi Padat Jakarta

Sudah menjadi makanan sehari – hari untuk penduduk di Jakarta dengan yang namanya kemacetan. Tingginya mobilitas orang – orang disana mengharuskan mereka untuk dapat pindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Sehingga mereka memiliki kendaraan pribadi yang secara langsung menjadi faktor dari kemacetan yang kiat padat saja di Jakarta. Sudah sesak saja bila berpergian di Jakarta, karena pasti akan mengalami yang namanya kemacetan. Dan kemacetan tersebut semakin membeludak ketika sedang bubaran kantor, semua orang keluar berbarengan membuat kemacetan tidak dapat terhindarkan. Membuat mereka mau tidak mau harus memamakan rasa suntuk dan bosan saat sedang berada di jalan.

Banyak dampak yang diberikan dari kemacetan itu sendiri, dari mulai para pengendaranya yang akan merasakan stress, sebab harus terus berada di tempat yang sama dalam waktu yang lama. Disaat fikiran ini sedang beradu dengan pekerjaan yang harus segera diselesaikan, melihat suasana yang padat rasanya bikin pusing saja. Belum lagi waktu yang terbuang dengan sia – sia serta bahan bakar yang juga terbuang dengan sia – sia. Ternyata memang jumlah dari kendaraan sendiri itu 8 persen per tahunnya, sedang ruas jalan yang ditambahkan hanya 0,01 persen per tahunnya. Meskipun begitu terdapat cara untuk dapat mengatasi kemacetan, yang membuat sesak kota Jakarta, simak ulasannya berikut ini.

1.Menggunakan Alat Transportasi Umum

Menggunakan Alat Transportasi Umum

Transportasi umum memang menjadi alternatif terbaik untuk dapat menghadang kemacetan yang berada di setiap kota, salah satunya adalah Jakarta. Dimana dengan menggunakan transportasi umum akan mengurangi jumlah kendaraan pribadi yang berlalung lalang setiap harinya. Pemerintah Jakarta sudah menyediakan transportasi umum yang dapat digunakan oleh para penduduk Jakarta dengan nyaman, yaitu transjakarta atau busway serta kereta listrik atau KRL.

Bila kamu ingin membantu dalam mengurangi kemacetan dan kepadatan yang terjadi di Jakarta, maka kamu harus dapat menjadi bagian dari orang yang menggunakan transportasi umum. Bila kamu memilih untuk menggunakan KRL, kamu tidak harus lagi merasa kemacetan dan stress di jalan. Dengan banyak perbaikan dan pembaharuan yang dilakukan untuk transportasi umum, membuat mereka semakin nyaman untuk digunakan. Selain itu juga ongkos untuk membayar transportasi umum tersebut tergolong murah.

2.Ketika Akan Berpergian Lebih Baik Berangkat Lebih Cepat

Ketika Akan Berpergian Lebih Baik Berangkat Lebih Cepat

Sudah ada rencana untuk berpergian, maka kamu harus menjadwalkan keberangkatan kamu lebih cepat dibandingkan biasanya. Ini adalah cara untuk dapat mengantisipasi dari keterlambatan yang akan kamu hadapi, karena harus mengalami dan melalui kemacetannya ibu kota. Jadi disaat kamu sudah ada rencana untuk pergi dengan janji yang ditentukan itu adalah jam dua, maka kamu bisa pergi satu sampai dengan dua jam sebelumnya.

Mungkin kamu berpikir ini terlalu lama, menyiapkan waktu untuk berpergi dengan selama itu. Tetapi ini langkah untuk mengantisipasi kamu dalam mengalami kemacetan di jalan, lebih baik datang lebih pagi dibandingkan harus kesiangan bukan. Sebab kemacetan yang terjadi di jalan itu tidak bisa di prediksi.

3.Pintar Dalam Memilih Jalan

Pintar Dalam Memilih Jalan

Saat kamu akan berpergian pastikan untuk mengetahui jalan tersebut dengan baik, disaat kamu melihat terdapat kemacetan disana atau sudah memiliki firasat akan macet. Maka kamu bisa mencari jalan alternatif untuk bisa melalui jalan tersebut, pastinya akan ada jalan lain yang bisa menghindari pusat kemacetan tersebut.

Maka dari itu kamu harus pintar dalam mencari jalan yang memang tepat untuk kamu lalui saat jam segitu. Sebab terdapat beberapa jalan yang memang hanya macet dan padat saat jam – jam tertentu saja. Untuk selebihnya jalan tersebut lancar – lancar saja.

Itulah lika liku Jakarta dengan kemacetan yang berada di dalamnya, seta cara untuk mengatasi kemacetan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *