SUDUT PANDANG PAKAR UI TENTANG CARA MENGATASI BANJIR DI JAKARTA

SUDUT PANDANG PAKAR UI TENTANG CARA MENGATASI BANJIR DI JAKARTA

Permasalah banjir di Jakarta tidak pernah ada ujungnya sampai dengan detik ini. Karena hal tersebut masih saja terus terjadi, dimana air meluap sampai dengan ke permukaan rumah warga. Hal ini tentunya sangat merugikan masyarakat yang terkena dampak dari banjir ini, tidak hanya rumah saja yang menjadi rusak karena terjangan air dalam waktu yang lama. Membuat bangunan rumah lama – lama menjadi rusak karena terendam air terlalu lama, belum lagi mereka yang terkena banjir sampai masuk ke dalam rumah. Dengan merendam banyaknya barang – barang dan harta benda yang di dalam rumah tersebut.

Bencana banjir ini memang tidak memandang bulu, karena bisa menimpak tempat mana saja yang memang tidak mempunyai saluran air yang baik. Sebab banjir tidak akan terjadi bila saluran air yang berada di tempat tersebut lancar dan tidak adanya penyumbatan pada tempat tersebut. Saluran air menjadi tersendat karena terjadi penumpukan pada sampah – sampah di aliran air tersebut membuat air tidak dapat mengalir dengan baik, yang lama – lama akhirnya meluap. Luapannya tersebut akan berdampak pada tempat tinggal warga yang berada di sekitaran saluran air tersebut. Lantas adakah cara untuk bisa mengatasi banjir yang terjadi di Jakarta yang tidak pernah terselesaikan ini? Berikut terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan menurut pakar lingkungan hidup dari Universitas Indonesia atau UI bernama Tarsoen Waryono.

1.Melakukan Rehabilitasi Lahan Kritis di Bogor

Semakin bertambah jumlak penduduk yang berada di Bogor, membuat lahan – lahan kosong digunakan untuk pembangunan perumahan. Padahal lahan – lahan kosong yang dimana dapat digunakan sebagai tempat untuk resapan air. Semakin lama rasanya sudah tidak ada lagi lahan kosong untuk dapat digunakan sebagai resapan air, karena sekarang ini banyak dibangun perumahan.

Tidak hanya perumahan saja tetapi juga dibangun mall atau kantor – kantor, membuat dunia ini semakin lama menjadi sedikit lahan hijau yang ada. Padahal lahan hijau dan lahan untuk resapan air itu sangat dibutuhkan, tidak hanya untuk sekarang tetapi juga untuk masa depan. Melakukan rehabilitasi pada lahan kritis di daerah Bogor. Terdapat puluhan hektare daerah resapan air yang malah digunakan untuk perumahan serta pertanian di Bogor. Padahal bila lahan tersebut dapat ditanam ulang pohon, maka resapan air bisa bekerja denngan optimal.

2.Membuat Waduk Baru

Sebenarnya untuk apa pembuatan waduk baru lagi? Tentunya ini akan sangat berguna untuk bisa menguranngi jumlah air yang mengalir di Jakarta. Pembuatan waduknya sendiri ini dapat dibangun dengan memakan luas 100 hektare, sehingga jumlah debit air yang mengalir ke ibu kota itu dapat berkurang.

Pada daerah Ciliwung beliau memberi  saran untuk memuat sodetan serta waduknya pada Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor. Lalu pada kali Grogol serta kali Pesanggarahan bisa membangun waduk satu saja di kecamata Cinere, Kota Depok. Dampak yang akan diberikan menjadi ganda, disaat jumlah dari debit air bakal berkurang juga air bersih pun akan tersedia untuk masyarakat..

3.Merevitalisasi Waduk yang Sudah Ada

Jakarta memang mempunyai lebih dari satu waduk, hanya saja waduk tersebut tidak mempunyai kondisi yang baik. Bahkan kondisi dari waduk tersebut sudah tidak efisien untuk bisa menampung air yang ada di Jakarta. Mengapa bisa begini? Sebab waduk yang berada di Jakarta itu tidak dalam alias dangkal, membuatnya tidak dapat optimal dalam menampung air.

Sehingga memerlukan revitalisasi pada waduk yang sudah ada, agar saat musim hujan itu datang tidak akan membuat banjir menjadi datang kembali. Lalu ketika musim kemarau datang tidak akan  ada kekeringan yang terjadi.

Itulah beberapa cara mengatasi banjir di Jakarta menurut pakar UI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *